Pengertian

Ketimpangan gender adalah kondisi dimana terdapat ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Di berbagai sektor kehidupan banyak indikator menunjukkan perempuan tertinggal dibandingkan laki-laki dalam hal memperoleh kesempatan, peluang serta hasil-hasil pembangunan.

Faktor Penyebab

  1. Pelabelan sifat-sifat tertentu (stereotipe)

    Perempuan cenderung mendapat stereotipe yang merendahkan seperti: perempuan adalah mahkluk yang lemah, emosional, cengeng, tidak tahan banting.

  2. Pemiskinan ekonomi terhadap perempuan.

    Pemiskinan ekonomi banyak dialami oleh perempuan desa yang berprofesi sebagai petani, hal ini berawal dari asumsi bahwa petani identik dengan profesi laki-laki. Di luar pekerjaan petani, pekerjaan perempuan dianggap lebih rendah, sehingga berimbas pada perbedaan gaji yang diterima perempuan dan laki-laki

  3. Subordinasi pada salah satu jenis kelamin yaitu perlakuan menomorduakan perempuan. Pemimpin masyarakat hanya pantas dipegang oleh lelaki, perempuan hanya dapat menjadi pemimpin hanya sebatas pada kaumnya (sesama perempuan).

  4. Tindak kekerasan (violence) terhadap perempuan.

    Perempuan dianggap sebagai kaum yang lemah secara fisik sehingga seringkali mengalami kekerasan dalam bentuk: pemukulan, pemerkosaan dan pelecehan seksual.

  5. Budaya patriarkhi yang berkembang di masyarakat.

    Budaya patriarkhi menganggap kaum laki-laki secara kodrati memiliki superioritas atas kaum perempuan dalam kehidupan pribadi, keluarga,masyarakat dan bernegara.

Contoh Ketimpangan Gender

  1. Bidang Politik

    Adanya pandangan bahwa politik itu keras, penuh debat, serta pikiran yang cerdas yang kesemuanya itu diasumsikan sebagai dunia laki-laki bukan milik perempuan. Sehingga area public menjadi milik laki-laki sedangkan area domestic menjadi milik perempuan. Ketercapaian minimal 30% anggota DPR/DPRD di berbagai daerah tidak terpenuhi.

  2. Bidang Ekonomi

    Masih sedikit pengakuan pada kaum perempuan ketika mereka sukses dan berhasil menjadi pelaku ekonomi karena masyarakat menganggap aktivitas ekonomi yang dijalani perempuan sekedar sampingan bukan kerja yang prestisius seperti yang dilakukan laki-laki.

  3. Bidang Dunia Kerja

    Dalam dunia kerja perempuan harus berjuang untuk menunjukkan bahwa mereka juga dapat menjadi tenaga profesional yang tidak kalah dari laki- laki. Sektor public belum disiapkan menerima kehadiran perempuan sebagai leader (pemimpin) sehingga harus bersaing dan mampu menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya pantas sebagai istri dan ibu tetapi bisa menjadi pekerja profesional.

  4. Bidang Pendidikan

    Ketimpangan gender dalam bidang pendidikan dialami perempuan yang tinggal di pedesaan, pemikiran bahwa perempuan bersekolah hanya untuk dapat membaca dan menulis saja karena pada akhirnya perempuan akan menjadi ibu rumah tangga. Hal tersebut sangat menghambat kesempatan perempuan desa untuk berpendidikan tinggi.

  5. Ketimpangan akses pendidikan juga terjadi di Perguruan Tinggi, sehingga tanpa disadari telah terjadi pengkotakan jurusan tertentu. Sebagai contohnya jurusan teknik lebih didominasi mahasiswa laki-laki sedangkan jurusan sosial atau ekonomi didominasi mahasiswa perempuan.