1. Gempa Bumi

Jenis bencana geologi yang dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan yaitu gempa dan tsunami


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=OTYLicOtgGg


Gempa bumi merupakan getaran dalam bumi yang terjadi sebagai akibat dari terlepasnya energi yang terkumpul secara tiba-tiba dalam batuan yang mengalami deformasi.

Gerakan patahan pada Litosfer



Gempa bumi yang terjadi sangat berkaitan dengan tektonik lempeng. Lempeng samudera dan lempeng benua saling tumbukan, kemudian terjadi penunjaman atau subduksi oleh lempeng samudera di bawah lempeng benua. Tumbukan lempeng tersebut menghasilkan batas-batas lempeng berupa divergent, convergent dan transform. Lempeng litosfer bergerak dan terpisah karena adanya aliran konveksi (convection flow) pada astenosfer.


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=YxjOYGflPOc


Batas-batas lempeng


Keterangan :
  1. Transform
  2. Divergen
  3. Konvergen


Intensitas dan magnetudo gempa yang terjadi di permukaan bumi dapat diketahui dengan alat seismograf , dalam satuan Skala Richter 1 sampai 10. Satuan intensitas dan magnetudo gempa bumi juga dapat diukur berdasarkan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh getaran gelombang gempa dengan satuan Intensitas Modifikasi Marcalli (MMI).


A. Seismograf vertical                  B. Seismograf horizontal



Penamaan Skala Richter Dampak Gempa Bumi Jumlah Kejadian
Mikro < 2,0 Gempa bumi mikro, tidak terasa 8.000 per tahun
Sangat Minor 2,0- 2,9 Umumnya tidak terasa, tetapi tercatat oleh alat 1.000 per tahun
Minor 3,0- 3,9 Umumnya terasa, jarang mengakibatkan kerusakan 49.000 per tahun
Lemah 4,0- 4,9 Teramati di dalam rumah, ada suara berderik, tidak ada kerusakan 6.200 per tahun
Sedang 5,0- 5,9 Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi buruk pada daerah yang tidak luas. Bangunan dengan konstruksi baik, rusak sedikit 800 per tahun
Kuat 6,0-5,9 Dapat mengakibatkan kerusakan pada daerah padat penduduk seluas 150 km2 120 per tahun
Sangat Kuat 7,0- 7,9 Kerusakan pada daerah dengan luas > 150 km2 18 per tahun
Besar 8,0- 8,9 Kerusakan berat dengan wilayah yang luas 1 per tahun
Besar dan Langka > 9,0 Kerusakan total 1 per 20 tahun

Sumber: USGS, 2005

2. Tsunami

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=osRwWkaHLy0


Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang pelabuhan raksasa, yang berkaitan dengan gelombang seismik, yaitu gelombang yang terjadi akibat peristiwa seismik atau gempa bumi Gelombang besar ini dapat dipicu oleh adanya longsor dasar laut, letusan gunung api, dan jatuhnya asteroid

Terjadinya gempa yang berpusat di dasar laut, disusul dengan adanya perambatan gelombang gempa di badan air, menghasilkan gelombang laut besar merambat dan menghempas ke pantai/daratan

Beberapa karakter gempa yang dapat memicu terjadinya tsunami, yaitu :

  1. Gempa bumi dengan pusat di laut/lautan
  2. Gempa bumi dengan magnitude lebih besar dari 6.0 skala Richter
  3. Gempa bumi dengan pusat gempa dangkal, kurang dari 33 Km
  4. Gempa bumi dengan pola mekanisme dominan adalah sesar naik atau sesar turun
  5. Lokasi sesar (rupture area) di lautan yang dalam (kolom air dalam)
  6. Morfologi (bentuk) pantai biasanya pantai terbuka dan landai atau berbentuk teluk

Gelombang tsunami, memiliki karakteristik yaitu:

  1. merupakan gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh suatu gangguan impulsif yang terjadi pada medium laut, akibatnya timbul gaya impulsif yang bersifat sementara (transien),
  2. nondispersive, artinya kecepatan fasa gelombang tidak bergantung pada panjang gelombang,
  3. mempunyai panjang gelombang yang besar sampai 100 km,
  4. lintasan partikel berbentuk elips dengan amplitudo lebih kurang 5 m, dan
  5. kecepatan rambat gelombang tsunami di laut dalam mencapai antara 500 m sampai 1000 km/jam.

Rambatan Gelombang Tsunami Aceh