Karya Ilmiah

Flashlite, Alternatif Platform Aplikasi Mobile
Wiwik Akhirul Aeni, M.Kom
(2009)

Mobile learning sebagai sebuah media pembelajaran sekarang mulai digemari karena kepraktisan dan keluwesannya. Hal yang terpenting dari mobile learning adalah mobilitasnya, baik mobilitas user, mobilitas peralatan maupun mobilitas pelayanan, dengan aktivitas tanpa terbatas area maka mobile learning mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki oleh media pembelajaran yang lain.

Selain itu berbagai macam aplikasi perangkat lunak dapat digunakan disini. Perangkat lunak dapat dikostumisasi sesuai kebutuhan sehingga akan lebih mudah dan intuitif untuk digunakan. Aplikasi perangkat lunak ini juga mampu menggabungkan konten-konten lain seperti teks, audio dan video sehingga menjadi lebih interaktif.

Untuk keinteraktifan dari mobile learning maka penggunaan interface menjadi sangat penting pada perancangan sebuah mobile learning. Dengan interface maka pengguna dan feature dari mobile learning dapat berkomunikasi dengan baik.

Hal yang terpenting dari keberhasilan sebuah mobile learning adalah dalam perancangan itu sendiri, dalam hal ini melingkupi jenis platform yang dipilih dalam mengembangkan aplikasi ini.

Flash Lite
Flash Professional 8 memiliki fitur baru untuk mengembangkan aplikasi flash pada handphone. Ini terlihat dengan penyediaan emulator flashlite yang dapat digunakan untuk melihat hasil sementara desain animasi flash yang sudah dibuat, sebelum mempergunakan perangkat aslinya. Flash lite merupakan platform pengembangan aplikasi mobile (aplikasi handphone dan PDA) menggunakan macromedia flash, berbeda dengan bahasa pemrograman mobile tradisional flashlite membangun aplikasinya dengan content bukan dengan coding, walaupun ada sciptnya akan tetapi script hanya sekedar pelengkap saja bukan dasar pembangunan aplikasinya. Aplikasi flashlite membuat gambar interaktif dan animasi berdasar pengorganisasian keyframe dalam timeline. Pada aplikasi flahslite ini kita dapat jumping dari satu keyframe ke keyframe lain dengan mudah. Sebuah animasi dalam flashlite bisa berisi content dari object atau animasi itu sendiri, dan dengan mudah dapat mengontrol object animasi tersebut.

Flashlite dapat digunakan untuk membuat game, mengkoneksi aplikasi dan fungsi utility mobile phone untuk mengirin SMS atau melakukan pangggilan, melakukan akses properti device seperti leveling baterai atau informasi koneksi jaringan dan lain sebagainya.

Java versus Flashlite
Java Micro Edition (JME) merupakan subset dari JSE (Java Standard Edition) yang ditujukan untuk implementasi pada peralatan embedded system dan handheld yang tidak mampu mendukung secara penuh implementasi menggunakan JSE. Embedded system adalah produk-produk komputer kecil yang berada di dalamnya, namun aplikasi yang dimanfaatkan dari peralatan tersebut sangatlah spesifik. JME sangat berguna untuk membangun sebuah aplikasi pada perangkat dengan jumlah memori, kapasitas penyimpanan, dan user interface yang terbatas, seperti pada perangkat komunikasi bergerak semacam handphone, PDA dan sebagainya. Namun, dalam perkembangan teknologi beberapa tahun terakhir ini nampaknya JME mendapatkan sebuah pesaing yang berpotensi untuk menggusur teknologi ini. Pada bulan Februari 2003 sebuah perusahaan software besar macromedia meluncurkan sebuah teknologi yang diberi nama flashlite. Flashlite adalah versi mini dari teknologi flash yang selama ini ada. Flashlite sendiri berbasiskan teknologi Flash 4 Scripting Engine, yang khusus ditujukan pada aplikasi mobile.

Aplikasi ini berpeluang untuk mengalahkan JME dikarenakan kemudahan proses pengembangan dan penggunaannya. Untuk membangun aplikasi mobile dalam lingkungan flashlite tidak dibutuhkan banyak kode program seperti halnya pengembangan di JME, namun pengembang dapat menggunakan Integrated Development Environment berbasis grafis, yaitu dengan aplikasi Macromedia Flash Professional 8. Bahasa scripting yang digunakan dalam flashlite adalah action script, sama seperti flash namun memiliki keterbatasan fitur.

Application Programing Interface (API) Flash Lite Fitur-fitur utama dari flashlite adalah:

  1. Action Script Extensions, adanya ijin untuk mengakses fitur-fitur device yang spesifik seperti level dari baterai, kekuatan sinyal, juga memungkinkan untuk mengirimkan SMS dan panggilan
  2. Network Access dan Connectivity, diijinkan untuk melakukan request ke http, mengirim email, juga memungkinkan untuk meload file swf ke server dan melakukan update untuk content flashlite
  3. Audio Support Support, untuk audio MP3, PCM, dan ADPCM.
  4. Scalable Rendering Engine, flashlite cocok untuk content-content interaktif seperti vectors, gradients, bitmaps, user input, audio, dan scripting.
  5. Static, Dynamic Text dan User Input, flashlite support terhadap text static, dinamik dan user input. Dinamik text dan user input dapat diupdate selama runtime
  6. Navigation dan Key Events, navigasi flash bisa menggunakan lima key pada keypad ( Up, Down, Left, Right dan Select), Left dan Right softkey, serta 0-9, *, dan #

  7. Multi-Platform Support, flashlite 2.1 mendukung berbagai platform seperti Symbian S60 v2/v3, Qualcomm BREW 2.x/3.x dan Microsoft Windows Mobile 5.
  8. Dynamic XML Data, flashlite mendukung Eksternal XML data
  9. Persistent Data, flashlite memiliki kemampuan untuk menyimpan dan menampilkan kembali seperti menampilkan score dan user.
  10. Shape Drawing ActionScript API, flashlite dengan mudah membuat gambar grafik dan bentuk-bentuk animasi menggunakan action script 2.0
  11. Compressed SWFs, flashlite 2.0 dapat melakukan render SWF yang sudah dikompres oleh Flash Authoring Tool

Akhirnya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya flashlite dapat dijadikan sebagai suatu alternatif platform untuk mengembangkan aplikasi mobile dan merupakan ancaman bagi java yang sudah terlebih dahulu memantapkan diri sebagai platform pengembang aplikasi mobile

DAFTAR PUSTAKA
Alex Koller (2007). Java ME vs FlashLite : A Comparison of Mobile Phone Game Developmen. Tesis Bachelor of Science. Rhodes University

Copyright © BPMPK - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - 2018